Buah naga merupakan salah satu komoditas buah yang selalu ada di kios buah
saat ini. Komoditas ini sudah menjadi buah pilihan masyarakat. Apalagi manfaat
kesehatan buah naga yang begitu banyak telah terpublikasikan baik di media
online maupun media cetak. Kandungan
antioksidan yang tinggi serta kaya akan serat membuat buah ini menjadi salah
satu pilihan untuk hidup sehat. Hal tersebut mendorong
masyarakat untuk membudidayakan buah naga.
Tanaman buah naga tergolong mudah di budidayakan. Di Kecamatan Tersono khususnya Desa Harjowinangun Barat, tanaman ini menjadi salah satu penghias pekarangan. Bunganya yang cantik dan warna buahnya yang menarik menjadi salah satu alasan warga masyarakat Desa Harjowinangun Barat menanam buah naga di pekarangan.
Buah naga tidak hanya berfungsi sebagai buah, akan tetapi juga dapat berperan sebagai tanaman hias, sayuran, produk kesehatan dan obat-obatan. Oleh karena itu, tanaman buah naga juga disebut “priceless treasure” (harta tak ternilai). Ada juga yang menyebut buah naga ini sebagai fancy fruit atau buah mewah.
Berdasarkan hasil penelitian serta berbagai informasi yang telah banyak dikemukakan, manfaat dari buah naga ini sangat banyak. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai penyeimbang kadar gula darah, membersihkan darah, menguatkan ginjal, menyehatkan liver, menguatkan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan, menstabilkan tekanan darah, mengurangi keluhan keputihan, mengurangi kolesterol dan mencegah kanker usus, memperlancar faces (BAB), serta untuk perawatan kecantikan.
Buah naga memiliki rasa yang yang enak, manis, kadang - kadang sedikit asam, dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah, serta sebagai campuran makanan dan minuman lainnya. Secara umum, kandungan nutrisi dari buah naga adalah: Air 90,20% ,Karbohidrat 11,50%, Protein 0,53% ,Lemak 0,40%, Serat 0,71%, Calcium 6-10 mg/100g, Fosfor 8,70%, Vitamin C: 9,40%. Untuk jenis yang berdaging buah merah, mengandung beta carotene yang berfungsi sebagai antioksidan. Warna merah berasal dari pigmen alami yang dikenal sebagai hylocerenin dan isohylocerenin dan juga membuat berbagai hidangan berwarna merah cantik ketika disajikan.
Tanaman buah naga membutuhkan tiang sebagai media panjatannya. Tiang yang digunakan haruslah kuat, kokoh dan tahan lama sebagai penyangga tanaman. Tiang panjatan ini dapat berupa tanaman hidup (seperti kedondong pagar), kayu yang sangat keras (kayu ulin/kayu besi), serta tiang dari beton.
Pada pertanaman buah naga komersial, tiang beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan panjang sekitar 2 m sudah banyak digunakan. Tiang panjatan ini ditanamkan sedalam ± 50 cm, sehingga tinggi di atas permukaan tanah sekitar 1,5 m. Pada bagian atas atau ujung tiang, dipasang suatu lingkaran dengan diameter sekitar 40 – 50 cm, dapat terbuat dari besi yang berfungsi untuk menahan cabang-cabang dari tanaman buah naga.
Salah satu keuntungan budidaya tanaman buah naga ini adalah karena dapat panen sepanjang tahun. Dalam kondisi yang optimal, calon bunga tanaman buah naga dapat muncul dengan interval sekitar dua minggu. Dari kuncup bunga yang baru muncul hingga mekar, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Dari bunga mekar hingga buah bisa dipanen (masak), memerlukan waktu sekitar satu bulan lagi. Jadi rata-rata dari kuncup bunga hingga panen dibutuhkan waktu sekitar dua bulan.
Akan tetapi, ada beberapa tanaman buah naga milik warga Harjowinangun Barat yang sudah berbunga namun selalu gagal terbentuk buah. Hal – hal yang perlu diperhatikan agar tanaman buah naga dapat berbuah antara lain:
1.
Tanaman buah
naga termasuk ke dalam keluarga kaktus sehingga membutuhkan sinar matahari yang
banyak. Apabila tanaman ternaungi hingga mengurangi intensitas sinar matahari
yang diterima, maka proses pembungaan menjadi pembuahan dapat terganggu.
Suhu dan
instensitas sinar matahari mempengaruhi pemekaran bunga dan proses penyerbukan.
Bunga yang tidak mengalami penyerbukan maka tidak akan membentuk buah.
2.
Lakukan pemangkasan pada cabang
3.
Bantu penyerbukan dengan tangan
Apabila tanaman buah naga sudah cukup
mendapatkan sinar matahari, sudah menghasilkan bunga tetapi masih gagal dalam
pembuahan, maka solusi yang dapat dilakukan adalah dengan penyerbukan manual
menggunakan kuas untuk mengambil benang sari kemudian disapukan ke kepala
putik. Hal tersebut dilakukan karena ada beberapa jenis tanaman buah naga yang
kepala putiknya lebih tinggi dari benang sari sehingga kemungkinan melakukan
penyerbukan alami menjadi kecil.
Syarat dari penyerbukan manual ini adalah
bunga dalam kondisi mekar sempurna ( malam hari ). Karena pada waktu bunga
mekar sempurna, serbuk sari dan kepala putik sudah matang dan siap melakukan
proses penyerbukan.
Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP.
REFERENSI :
1. Muas, I.,Nurawan, A., dan Liferdi. 2016. Petunjuk Teknis Budidaya Buah Naga. BPTP
Jawa Barat. Lembang.
2. Wartapa, A., 2010. Cara Membuahkan
Buah Naga. UPPM STPP JURLUHTAN. Yogyakarta.
3. http://petanitop.blogspot.com/2016/04/cara-pemangkasan-tanaman-buah-naga-agar.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar