Tampilkan postingan dengan label PEMANFAATAN PEKARANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMANFAATAN PEKARANGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2023

CARA MEMBUAHKAN BUAH NAGA

 


Buah naga merupakan salah satu komoditas buah yang selalu ada di kios buah saat ini. Komoditas ini sudah menjadi buah pilihan masyarakat. Apalagi manfaat kesehatan buah naga yang begitu banyak telah terpublikasikan baik di media online maupun media cetak. Kandungan antioksidan yang tinggi serta kaya akan serat membuat buah ini menjadi salah satu pilihan untuk hidup sehat. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk membudidayakan buah naga.

Tanaman buah naga tergolong mudah di budidayakan. Di Kecamatan Tersono khususnya Desa Harjowinangun Barat, tanaman ini menjadi salah satu penghias pekarangan. Bunganya yang cantik dan warna buahnya yang menarik menjadi salah satu alasan warga masyarakat Desa Harjowinangun Barat menanam buah naga di pekarangan.  

Buah naga tidak hanya berfungsi sebagai buah, akan tetapi juga dapat berperan sebagai tanaman hias, sayuran, produk kesehatan dan obat-obatan. Oleh karena itu, tanaman buah naga juga disebut “priceless treasure” (harta tak ternilai). Ada juga yang menyebut buah naga ini sebagai fancy fruit atau buah mewah.

Berdasarkan hasil penelitian serta berbagai informasi yang telah banyak dikemukakan, manfaat dari buah naga ini sangat banyak. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai penyeimbang kadar gula darah, membersihkan darah, menguatkan ginjal, menyehatkan liver, menguatkan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan, menstabilkan tekanan darah, mengurangi keluhan keputihan, mengurangi kolesterol dan mencegah kanker usus, memperlancar faces (BAB), serta untuk perawatan kecantikan.

Buah naga memiliki rasa yang yang enak, manis, kadang - kadang sedikit asam, dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah, serta sebagai campuran makanan dan minuman lainnya. Secara umum, kandungan nutrisi dari buah naga adalah: Air 90,20% ,Karbohidrat 11,50%, Protein 0,53% ,Lemak 0,40%, Serat 0,71%, Calcium 6-10 mg/100g, Fosfor 8,70%, Vitamin C: 9,40%. Untuk jenis yang berdaging buah merah, mengandung beta carotene yang berfungsi sebagai antioksidan. Warna merah berasal dari pigmen alami yang dikenal sebagai hylocerenin dan isohylocerenin dan juga membuat berbagai hidangan berwarna merah cantik ketika disajikan.

Tanaman buah naga membutuhkan tiang sebagai media panjatannya. Tiang yang digunakan haruslah kuat, kokoh dan tahan lama sebagai penyangga tanaman. Tiang panjatan ini dapat berupa tanaman hidup (seperti kedondong pagar), kayu yang sangat keras (kayu ulin/kayu besi), serta tiang dari beton.

Pada pertanaman buah naga komersial, tiang beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan panjang sekitar 2 m sudah banyak digunakan. Tiang panjatan ini ditanamkan sedalam ± 50 cm, sehingga tinggi di atas permukaan tanah sekitar 1,5 m. Pada bagian atas atau ujung tiang, dipasang suatu lingkaran dengan diameter sekitar 40 – 50 cm, dapat terbuat dari besi yang berfungsi untuk menahan cabang-cabang dari tanaman buah naga.

Salah satu keuntungan budidaya tanaman buah naga ini adalah karena dapat panen sepanjang tahun. Dalam kondisi yang optimal, calon bunga tanaman buah naga dapat muncul dengan interval sekitar dua minggu. Dari kuncup bunga yang baru muncul hingga mekar, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Dari bunga mekar hingga buah bisa dipanen (masak), memerlukan waktu sekitar satu bulan lagi. Jadi rata-rata dari kuncup bunga hingga panen dibutuhkan waktu sekitar dua bulan.

Akan tetapi, ada beberapa tanaman buah naga milik warga Harjowinangun Barat yang sudah berbunga namun selalu gagal terbentuk buah. Hal – hal yang perlu diperhatikan agar tanaman buah naga dapat berbuah antara lain:


1.      Pastikan tanaman buah naga cukup mendapatkan sinar matahari 

Tanaman buah naga termasuk ke dalam keluarga kaktus sehingga membutuhkan sinar matahari yang banyak. Apabila tanaman ternaungi hingga mengurangi intensitas sinar matahari yang diterima, maka proses pembungaan menjadi pembuahan dapat terganggu.

Suhu dan instensitas sinar matahari mempengaruhi pemekaran bunga dan proses penyerbukan. Bunga yang tidak mengalami penyerbukan maka tidak akan membentuk buah.

 

2.     Lakukan pemangkasan pada cabang

Cabang buah naga yang panjang menjuntai perlu dilakukan pemotongan agar merangsang munculnya bunga. Proses pemotongan cabang akan memindahkan nutrisi yang dihasilkan oleh tanaman untuk tumbuh menjadi pemunculan bakal bunga. Pemangkasan bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan sulur cabang buah naga atau menghilangkan tunas baru yang muncul. Hal tersebut juga merupakan sebagai salah satu cara pembuahan menggunakan metode pelukaan pada tanaman. 

 

3.     Bantu penyerbukan dengan tangan

Apabila tanaman buah naga sudah cukup mendapatkan sinar matahari, sudah menghasilkan bunga tetapi masih gagal dalam pembuahan, maka solusi yang dapat dilakukan adalah dengan penyerbukan manual menggunakan kuas untuk mengambil benang sari kemudian disapukan ke kepala putik. Hal tersebut dilakukan karena ada beberapa jenis tanaman buah naga yang kepala putiknya lebih tinggi dari benang sari sehingga kemungkinan melakukan penyerbukan alami menjadi kecil.

Syarat dari penyerbukan manual ini adalah bunga dalam kondisi mekar sempurna ( malam hari ). Karena pada waktu bunga mekar sempurna, serbuk sari dan kepala putik sudah matang dan siap melakukan proses penyerbukan.

 

Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP.

REFERENSI :

1.  Muas, I.,Nurawan, A., dan Liferdi. 2016. Petunjuk Teknis Budidaya Buah Naga. BPTP Jawa Barat. Lembang.

2. Wartapa, A., 2010. Cara Membuahkan Buah Naga. UPPM STPP JURLUHTAN. Yogyakarta.

3. http://petanitop.blogspot.com/2016/04/cara-pemangkasan-tanaman-buah-naga-agar.html


Senin, 12 April 2021

MACAM SISTEM PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG

 

Ayam kampung merupakan salah satu ternak yang hampir selalu ada di pedesaan. Masyarakat pedesaan biasa memeliharanya sebagai sumber protein hewani untuk keluarga dan dijadikan hidangan istimewa pada saat – saat tertentu seperti perayaan hari raya, acara pernikahan, tasyukuran dan lain sebagainya. Keberadaannya juga sudah mengakar kuat pada tradisi setempat yang selalu membutuhkan ayam kampung dalam upacara penting baik keagamaan maupun adat istiadat.

Selain sebagai sumber protein, masyarakat pedesaaan juga memelihara ayam kampung untuk dijadikan tabungan yag sewaktu – waktu bisa dijual dan menghasilkan uang apabila ada kebutuhan yang mendesak. Apalagi pakan ayam kampung dapat berupa limbah dapur dan sisa makanan sehari – hari. Oleh karena itu, ayam kampung selalu ada di pedesaan.

Dari segi produksi, ayam kampung tergolong berproduksi lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras impor baik dari segi daging maupun telurnya. Akan tetapi dengan metode pemeliharaan yang diumbar dan pakan seadanya, ayam kampung tetap menjadi pilihan masyarakat pedesaan. Masih sangat sedikit masyarakat yang tertarik melakukan budidaya ayam kampung secara intensif.

Permasalahan utama dalam budidaya ayam kampung secara intensif adalah mahalnya harga pakan yang memenuhi syarat kebutuhan ayam untuk tumbuh secara maksimal, sementara produktifitas rendah. Permasalahan lain adalah sulitnya memperoleh bibit yang unggul, karena memang belum banyak yang mengusahakan bibit ayam lokal dalam jumlah besar. Dalam artikel kali ini akan dibahas tentang usahatani ayam kampung dengan berbagai sistem pemeliharaan dengan berbagai tingkat perolehan manfaat ekonomis dan sosial, tanpa menggangu lingkungan.

1.  Sistem Umbaran

Sistem pemeliharaan dengan diumbar merupakan sistem yang sangat sederhana tanpa terlalu banyak pasokan (input) produksi terutama pakan, karena ayam dapat memperoleh sendiri pakannya dari lahan umbarannya. Kelemahan dari sistem ini adalah keamanan dari predator dan penyakit disebabkan terjadinya kontak dengan berbagai macam ayam yang ada di umbaran. Sistem ini merupakan sistem yang diadopsi oleh kebanyakan masyarakat di pedesaan. Sistem ini cukup menguntungkan, apbila tidak terjadi serangan penyakit. Untuk jumlah pemilikan yang terbatas pemeliharaan ayam secara diumbar ini merupakan usaha keluarga sebagai tabungan.

Hal yang mungkin harus diperhatikan dalam memulai usahatani ayam kampung dengan sistem diumbar adalah jangan sampai keberadannya mengganggu lingkungan sekitar. Pastikan ayam tidak mengganggu tanaman pekarangan dan kebun milik sendiri dan tetangga.

Untuk ayam-ayam yang diumbar, sebaiknya disediakan kandang tempat berteduh dari terik matahari, guyuran air hujan dan bermalam untuk mempertahankan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah sakit atau mati. Sangkar tempat bertelur dan mengeram harus disediakan cukup untuk sejumlah ayam induk yang dipelihara; terlindung dari air hujan dan terik matahari.

Ayam-ayam yang diumbar biasanya tidak pernah diberi pakan khusus karena diharapkan pakan diperoleh dari sekitar lahan umbaran, namun apabila ada modal, pemberian pakan sederhana di pagi hari sangat baik. Penyediaan air tawar bersih disekitar kandang sangat dianjurkan terutama pada cuaca terik.

2.  Sistem Kandang Ren

Sistem pemeliharaan ren ini biasanya banyak dipraktekan di pedesaan dengan alasan rasa kasihan pada ayam apabila dikurung terus dalam kandang, meskipun secara ekonomis pemeliharaan seperti ini relatif kurang menguntungkan, disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak optimal. Lahan dalam hal ini lebih banyak berfungsi sebagai tempat bermain, tidak sebagai sumber pakan. Oleh karena itu sistem pemeliharaan harus intensif dengan seluruh pakan, minum, disediakan dari luar. Keuntungan pemeliharaan dengan sistem ren ini adalah ayam-ayam relatif terkontrol.

Induk-induk yang sedang mengasuh sebaiknya dipsahkan dari induk-induk yang tidak mengasuh anaknya dan disediakan tempat pakan khusus untuk anak ayam, yang tidak dapat disentuh oleh ayam - ayam dewasa.

3.  Sistem Kandang Batere

Untuk tujuan produksi telur, sistem batere ini merupakan sistem pemeliharaan yang efektif dan relatif efisien dibandingkan dengan sistem pemeliharaan lainnya. Sistem ini memberi pilihan untuk memproduksi telur konsumsi saja dan/atau anak-anak ayam hasil tetasannya. Produksi telur pada kandang batere lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pemeliharaan lainnya. Apabila persyaratan nutrisi dan kesehatan dipenuhi, maka induk ayam akan bertelur mulai umur 5-6 bulan.

Pemeliharaan sistem betere ini lebih mudah dikontrol dengan jumlah ayam induk yang lebih banyak bisa dipelihara. Sementara produk yang bisa dijual selain telur konsumsi juga anak-anak ayam yang kelihatannya dengan kondisi harga pakan yang reltif tinggi, masih bisa memberikan suatu keuntungan yang cukup menjanjikan selama penjualan produk ayam hidup cukup lancar. Meskipun begitu untuk usahatani ayam kampung dengan sistem batere ini, kita harus sudah mempunyai suatu modal investasi dan modal kerja yang relatif lebih besar dibandingkan dengan sistem pemeliharaan lainnya.

Demikian pembahasan tentang beberapa sistem pemeliharaan yang dapat diterapkan pada budidaya ayam kampung. Dalam pemilihan sistem tersebut perlu diperhatikan tujuan utama pemeliharaan, modal yang dimiliki, waktu dan tenaga yang diluangkan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

Oleh               : Zuni Fitriyantini, S.TP.

Sumber          :

Iskandar,S. 2010. Usahatani Ayam Kampung. Seri Peningkatan Manfaat Sumberdaya Genetik Ternak. Balai Penelitian Ternak Ciawi. Bogor.

Jumat, 13 April 2018

GULMA UTAMA PADA PADI

Gulma merupakan tanaman yang tidak diinginkan yang tumbuh di lahan pertanian. Keberadaannya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Akan tetapi tidak semua gulma berpengaruh negatif. Ada beberapa gulma yang dapat berfungsi sebagai tanaman refugia, habitat musuh alami hama tanaman.

Dampak negatif keberadaan gulma di lahan sawah antara lain :
1.     Berperan sebagai tumbuhan inang hama penyakit tanaman.
2.     Dapat menyumbat saluran irigasi sehingga pengelolaan air tidak efisian.
3.     Mengurangi kualitas hasil panen.
4.     Menurunkan kuantitas hasil panen.
5.  Bersaing dengan tanaman untuk mendapatkan cahaya, air, hara, dan kebutuhan pertumbuhan lainnya.
6.     Mengganggu kelancaran pekerjaan petani. 
Umumnya periode kritis persaingan gulma berada pada awal pertumbuhan. Pada tanaman padi, periode kritis terjadi sampai umur 40 hari dari siklus hidupnya. Pada fase ini, kanopi tanaman padi belum menutup, intensitas cahaya ke permukaan tanah masih tinggi sehingga biji gulma dapat berkecambah dan tumbuh lebih cepat dari padi. Pengurangan hasil panen pada periode ini dapat mencapai 40-96%.

Karakteristik gulma dapat dijabarkan sebagia berikut :
1.      Adaptasi tinggi
Tanaman yang tergolong dalam gulma memiliki adaptasi tinggi terhadap lingkungan sekitar. Dapat lebih tahan terhadap cekaman kekeringan maupun genangan air.
2.     Daya kompetisi tinggi
Daya kompetisi gulma terhadap tanaman lain sangat tinggi.
3.     Produsen benih produktif
Gulma menghasilkan benih dalam jumlah yang banyak dalam sekali siklusnya.
4.     Penyebaran benih efisien
Benih yang dihasilkan oleh gulma disebarkan oleh angin, binatang maupun air sehingga penyebarannya lebih luas.
5.     Dormansi lama
Masa dormansi benih gulma sangat lama, mampu bertahan bertahun – tahun dalam tanah.

Klasifikasi Gulma :
1.     Berdasarkan siklus hidupnya :
a.  Gulma annual/semusim
b.  Gulma perenial/tahunan
2.     Berdasarkan habitatnya :
a.  Gulma dataran rendah
b.  Gulma dataran tinggi
3.     Berdasarkan morfologinya :
a.  Gulma berdaun lebar
Daun umumnya luas dan datar.
b.  Gulma berdaun sempit / rumput
Karakteristik serupa dengan padi, dominan dan kompetitif.
c.   Gulma teki – tekian
Batang berbentuk segitiga, tidak kompetitif seperti rumput tapi bisa mengurangi hasil.

Gulma utama dalam tanaman padi antara lain :
1.     Jajagoan / Echinochloa crusgalli
Termasuk gulma berdaun sempit / rumput, dapat ditemukan di dataran rendah maupun dataran tinggi, tanaman tahunan dengan masa berbunga 42 sampai 63 hari dan masa dormansi bervariasi, sampai 4 bulan. Menyukai cahaya cerah / banyak matahari, sensitif naungan.
Keadaan fisik pertumbuhan tegak, tumbuh dalam rumpun, tingginya mencapai 2 m. Daya saing  sangat tinggi, dapat mengontaminasi benih dan termasuk gulma terburuk di dunia.
Pengendalian secara budidaya :
pengolahan tanah yang cermat; penggenangan lebih awal dan dalam; rotasi tanaman.
Dilaporkan resistensi (terhadap herbisida) :
ACCase inhibitors (CHN, THA, USA), chloroacetamides (CHN, PHI, THA), dinitroanilines (BUL), photosystem II inhibitors (CAN, CZE, FRA, POL, ESP, USA), synthetic auxins (BRA, USA), thiocarbamates (CHN, USA), ureas and amides (GRC, PHI, THA, USA), tahan bermacam –macam herbisida (BRA, PHI, THA, USA).

2.     Echinochloa glaberescens
Termasuk gulma tahunan berdaun sempit / rumput, dapat ditemukan di dataran rendah dengan masa berbunga 30 sampai 35 hari. Keadaan fisik pertumbuhan tumbuh dalam rumpun, tegak; tingginya mencapai 1 m dengan daya saing tinggi. Dapat mengontaminasi benih.
Pengendalian secara budidaya :
pengolahan tanah dengan cermat; penggenangan lebih awal sampai kedalaman 30 mm. 

3.     Timunan / Leptochloa chinensis
Termasuk gulma sepanjang tahun berdaun sempit / rumput, dapat ditemukan di dataran rendah. Keadaan fisik pertumbuhan tumbuh dalam rumpun, tegak, dan ramping, kadang-kadang dengan batang yang rebah di tanah. Tingginya mencapai 1,2 m dengan daya saing tinggi. Dapat mengontaminasi benih. Termasuk tanaman C4, baik untuk pakan ternak.
Pengendalian secara budidaya :
pengolahan tanah, penyiangan menggunakan tangan; digenangi secara permanen dalam waktu 1 minggu.
Dilaporkan resistensi : ACCase inhibitor (THA).    

4.     Suket cakar ayam / Digitaria ciliaris
Termasuk gulma tahunan berdaun sempit / rumput, dapat ditemukan di dataran rendah maupun tinggi. Keadaan fisik pertumbuhan menjalar, tumbuh dalam
rumpun dengan batang ke atas sampai tegak, tingginya sampai 0,6 m dengan daya saing tinggi. Dapat mengontaminasi benih, masa dormansi sampai 7 bulan. Termasuk tanaman C4, baik untuk pakan ternak.
Pengendalian secara budidaya :
       penggenangan, dihilangkan/ dicabut dengan tangan lebih awal.
       Dilaporkan resistensi: ACCase inhibitors (BRA)

5.     Blembem / Ischaemum rugosum
Termasuk gulma sepanjang tahun berdaun sempit / rumput, dapat ditemukan di dataran rendah maupun tinggi. Keadaan fisik pertumbuhan tumbuh dengan rimpang, tegak sampai berserak, dan banyak cabang, tingginya mencapai 1,0 m. baik sebagai hijauan/ pakan ternak jika tanaman masih muda.
Pengendalian secara budidaya :      
Penggenangan terus-menerus lebih awal; mencabut lebih awal. Dilaporkan resistensi: ACCase inhibitor (COL), bipyridiliums (MAL).

6.     Gunda / Sphenocle zeylanica
Termasuk gulma tahunan berdaun lebar, dapat ditemukan di dataran rendah. Keadaan fisik pertumbuhan tegak, tanaman terna bercabang dengan batang berongga, tingginya mencapai 1,5 m.
Pengendalian secara budidaya :      
naungan membatasi pertumbuhan gulma.
Dilaporkan resistensi: synthetic auxins (PHI, MAL, THA).




7.     Lakum Air / Ludwigia octovalvis
Termasuk gulma sepanjang tahun berdaun lebar, dapat ditemukan di dataran rendah. Keadaan fisik pertumbuhan tegak, banyak cabang dan tanaman terna yang kuat; tingginya dapat mencapai 1,5m.
Pengendalian secara budidaya :      
penggenangan lebih awal atau penyiangan dengan tangan.

8.     Eceng Padi / Monochoria vaginalis
Termasuk gulma sepanjang tahun berdaun lebar, dapat ditemukan di dataran rendah. Keadaan fisik pertumbuhan tanaman terna; tegak, berbulu dan berdaging; tingginya dapat mencapai 0,5 m. Biasa dikonsumsi oleh manusia.
Pengendalian secara budidaya :      
stale seedbed (pengolahan tanah terakhir pada pembibitan) dengan
pengolahan tanah basah, penyiangan dengan tangan.

9.     Menderong / Cyperus iria
Termasuk gulma teki tahunan, dapat ditemukan di dataran rendah dan dataran tinggi. Keadaan fisik pertumbuhan tegak; tumbuh dalam rumpun, tingginya sampai 0,8 m. Dapat mengkontaminasi benih. Digunakan sebagai makanan ternak dan pembuatan tikar.
Pengendalian secara budidaya :      
Penggenangan lebih awal, penyiangan dengan tangan.

10.  Adas – adasan / Fimbristylis miliacea
Termasuk gulma teki sepanjang tahun, dapat ditemukan di dataran rendah dan dataran tinggi. Keadaan fisik pertumbuhan tegak dan anakan kuat, tingginya mencapai 0,6 m. Persaingan dengan akar kuat. Dapat mengkontaminasi benih. Digunakan dalam pembuatan tikar.
Pengendalian secara budidaya :      
Penggenangan lebih awal, penyiangan dengan tangan.
Dilaporkan resistensi: ALS inhibitor (BRA); auxin sintetis (MAL).

             Demikian pembahasan tentang gulma utama pada tanaman padi. Semoga bisa membantu petani untuk dapat mengenali gulma yang ada di lahan sawahnya dan melakukan pengendalian yang tepat.

Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP. 

Daftar Pustaka :
Caton BP, Mortimer M, Hill JE, Johnson DE. 2010. A practical field guide to weeds of rice in Asia. Second Edition. Los BaƱos (Philippines): International Rice Research Institute. 118 p.
Melani, D. 2017. Pengelolaan Gulma pada Tanaman Padi. Materi Diklat Budidaya Padi Organik. BBPP Ketindan, Malang.
Pane, H dan S.Y. Jatmiko. 2002. Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi.